Kamis, 06 Oktober 2011

Ilmu Sosial Dasar 3

Sudah Tradisi, Tawuran Anak Artis & Pejabat di SMA 6

JAKARTA - Alumnus SMAN 6 Jakarta yang kini duduk sebagai Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyebut tawuran yang melibatkan sekolahnya sudah menjadi tradisi. Mahfudz pun pernah dipaksa seniornya untuk berkelahi dengan siswa sekolah lain saat masuk ke SMAN 6 tahun 1981.

“Tawuran disitu bagian dari tradisi yang terus ditradisikan. Dulu semester pertama saya sudah dikondisikan tawuran dengan SMAN 70, itu chauvinisme, faktor solidaritas," kata Mahfudz bercerita kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/9/2011).

Menurut Mahfudz, "ospek" terhadap siswa baru memang dilakukan dengan cara melibatkan para junior menguji nyali dengan berkelahi. Kebanyakan siswa baru yang masih polos pun, kata Mahfudz terpaksa harus mengikuti perintah para senior termasuk alumnus yang kerap berkunjung ke sekolah.

"Pernah waktu itu lagi belajar tiba-tiba di luar sudah ribut, siswa baru pun jadi ikut keluar tawuran. Biasanya mereka senior bikin ulah, nah juniornya yang diminta maju (tawuran)," tutur Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menurut Mahfudz, terus berulangnya tawuran antar pelajar khususnya SMAN 6 karena faktor lingkungan termasuk pendidikan preventif yang kurang mengena. "SMAN 6 itu kan sekolah elit, isinya artis dan anak pejabat. Jadi ada rasa sungkan untuk melakukan tindakan tegas dari pihak sekolah," pungkasnya.

Mahfudz tak menolerir perilaku buruk pelajar. Dia meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap pelaku tawuran apalagi pekan lalu siswa SMAN 6 kedapatan mengeroyok wartawan Trans 7 saat melakukan peliputan.

"Polisi harus tegas betul, jangan diciduk semalem kemudian dilobi dan ada campur tangan hukum, (pelaku) itu lepas lagi. Pengeroyokan wartawan itu kelewatan, itu sudah kriminal apalagi bawa senjata tajam," tegas dia.




Pendapat saya :

Seharusnya tawuran seperti ini tidak perlu terjadi/dilakukan. Apabila terdapat masalah sebaiknya diselesaikan dengan jalan damai tanpa harus terjadi tindak kekerasan seperti tawuran.


Ilmu Sosial Dasar 2

Ratusan Mahasiswa Aksi Jalan Kaki Tuntut SBY-Boediono Mundur

JAKARTA- Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek akan melakukan aksi di depan Istana Negara meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono mundur.

Dalam aksinya yang akan dilakukan siang nanti, Rabu (28/9/2011) para mahasiswa akan melakukan long march menuju Istana Negara. Para mahasiswa itu akan kumpul di LBH Jakarta selanjutnya menuju Salemba arah ke Kwitang, kemudian melewati Tugu Tani, Gambir, Monas dan titik akhir berada di Istana Negara.

Dalam aksinya itu mahasiswa meminta agar SBY-Boediono mundur dari pemerintahan sekarang. Para mahasiswa tersebut sepakat secara bersama-sama untuk melengserkan kepemimpinan SBY-Boediono karena dianggap gagal dalam menjalankan fungsi negara.

"Tidak ada bedanya antara Indonesia saat ini dengan Indonesia zaman sebelum kemerdekaan karena masih adanya wujud fisik penindasan," kata koordinator lapangan, Denny dalam rilis yang diterimaokezone, Rabu (28/9/2011).

Sementara itu selain melakukan aksi jalan kaki mereka juga melakukan aksi pembagian selebaran kepada masyarakat.


sumber :
http://news.okezone.com/read/2011/09/28/338/507969/ratusan-mahasiswa-aksi-jalan-kaki-tuntut-sby-boediono-mundur


Pendapat saya :

Menurut saya, demonstrasi yang dilakukan mahasiswa sah-sah saja selama tidak membuat kekacauan yang dapat merugikan banyak pihak. Tujuan demonstrasi tersebut juga tidak semata-mata hanya untuk mencari kehebohan saja, tetapi untuk membantu agar mencapai kehidupan yang lebih baik kedepannya. Pemerintah juga seharusnya lebih tanggap lagi dalam menjalankan roda pemerintahan dan menanggapi setiap permasalahan yang dialami oleh warga negaranya dan tidak hanya mengurusi kepentingan pribadi dan partainya. Hal itu akan dapat mengakibatkan menurunnya rasa percaya masyarakat terhadap kepemimpinan Pemerintah, seperti demonstrasi yang terjadi pada artikel diatas.

Kita sebagai warga negara yang baik juga seharusnya tidak terlalu anarkis dalam melakukan demonstrasi, seperti dengan merusak berbagai fasilitas umum. Karena hal itu sangat merugikan orang lain yang akan menggunakan fasilitas-fasilitas umum tersebut. Selain itu kita juga dirugikan karena akan ditindak oleh Pihak yang berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut.

Untuk menjaga agar tidak terjadi kekacauan seperti yang disebutkan maka solusi yang perlu dilakukan antara lain :
  • Pihak Keamanan menjaga dengan ketat jalannya demonstrasi dan dengan sigap menindak hal-hal yang dianggap dapat memicu timbulnya kerusuhan.
  • Para demonstran juga harus berkepala dingin dalam melaksanakan kegiatan demonstrasi ini. Jangan mudah terhasut omongan-omongan yang dapat memicu emosi.
  • Pemerintah juga dengan sigap menanggapi dan menjawab demonstrasi ini dengan baik.

Ilmu Sosial Dasar 1

- Definisi Individu :
Sebuah bentuk gabungan dari materi biologis dan serangkaian materi psikis.
Manusia terdiri dari darah, daging dan tulang (Jasmani), dan jiwa (Rohani).

Atau dapat juga dikatakan sebagai organisme yg hidupnya berdiri sendiri, secara fisiologi ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya), dan bebas juga rohaninya,pikirannya,rasa dan karsanya,egonya,dll. Dan seseorang yang memiliki sifat kesendirian dalam melakukan berbagai macam hal seperti dalam lingkungan kerja atau apa saja.

Dalam ilmu sosial :

Individu adalah bagian terkecil dari sekelompok manusia sebagai makhluk social
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.

Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.



- Definisi Pemuda :
Identik dengan sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas, dsb.
Pemuda : Individu (laki-laki) yang berusia antara 15-28
Pemudi : Individu (perempuan) yang berusia antara 15-28



- Definisi Keluarga :
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta "kulawarga". Kata kula berarti "ras" dan warga yang berarti "anggota". Keluarga adalah lingkungan di mana terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.



- Definisi Masyarakat :
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.



- Definisi Kebudayaan :
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.

Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.



- Peranan sosial pemuda (Mahasiswa dan Masyarakat) :
peranan mahasiswa kepada masyarakat untuk mengurai kesenjangan sosial bisa berperanan langsung dilapangan dengan memberikan motivasi pada masyarakat luas

- Pembinaan generasi muda :
Pembinaan generasi muda baiknya dilakukan dari usia dini baik itu dari dalam sekolah maupun diluar sekolah, dengan pantauan yg dilakukan oleh masyarakat untuk perbaikan mutu pendidikan dan diri anak tersebut

- Pengembangan potensi-potensi :
penerapan keinginan anak untuk melakukan sesuatu suai apa yg dia ingin kan tetapi tetap dengan harapan dan masa depan yang cerah. sebelum pengembangan dilakukan pengamatan – pengamatan secara berkala atau memberikan pertanyaan kepada yang bersangkutan tentang apa yang ia ingin kan.

- Masalah generasi muda dan solusinya:
Masalah yang terdapat di generasi muda adalah proses pencarian jati diri tentang mau “Jadi apa saya?” ataupun “Siapakah saya?” .
Solusinya :
1. Pemberian contoh (sebab dan akibat) atau figur yang baik (seseorang yang menjadi inspirasi ).
2. Pengajaran yang sesuai dengan porsi umur.
3. Penebalan iman dari kebudayaan asing yang negatif atau tak pantas ditiru.
4. Orang tua memberikan contoh yang baik dalam menjalani kehidupan
5. Pemerintah lebih memperhatikan para generasi muda baik masalah pekerjaan, fasilitas dan lain-lain
 

Design By:
SkinCorner