Senin, 04 Juni 2012

Tanggung Jawab Pemerintah (Manusia dan Tanggung Jawab)

Ratusan Mahasiswa Aksi Jalan Kaki Tuntut SBY-Boediono Mundur

JAKARTA- Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek akan melakukan aksi di depan Istana Negara meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono mundur.

Dalam aksinya yang akan dilakukan siang nanti, Rabu (28/9/2011) para mahasiswa akan melakukan long march menuju Istana Negara. Para mahasiswa itu akan kumpul di LBH Jakarta selanjutnya menuju Salemba arah ke Kwitang, kemudian melewati Tugu Tani, Gambir, Monas dan titik akhir berada di Istana Negara.

Dalam aksinya itu mahasiswa meminta agar SBY-Boediono mundur dari pemerintahan sekarang. Para mahasiswa tersebut sepakat secara bersama-sama untuk melengserkan kepemimpinan SBY-Boediono karena dianggap gagal dalam menjalankan fungsi negara.

"Tidak ada bedanya antara Indonesia saat ini dengan Indonesia zaman sebelum kemerdekaan karena masih adanya wujud fisik penindasan," kata koordinator lapangan, Denny dalam rilis yang diterimaokezone, Rabu (28/9/2011).

Sementara itu selain melakukan aksi jalan kaki mereka juga melakukan aksi pembagian selebaran kepada masyarakat.


Opini :

Menurut saya, demonstrasi yang dilakukan mahasiswa sah-sah saja selama tidak membuat kekacauan yang dapat merugikan banyak pihak. Tujuan demonstrasi tersebut juga tidak semata-mata hanya untuk mencari kehebohan saja, tetapi untuk membantu agar mencapai kehidupan yang lebih baik kedepannya. Pemerintah juga seharusnya lebih tanggap lagi dalam menjalankan roda pemerintahan dan menanggapi setiap permasalahan yang dialami oleh warga negaranya dan tidak hanya mengurusi kepentingan pribadi dan partainya. Hal itu akan dapat mengakibatkan menurunnya rasa percaya masyarakat terhadap kepemimpinan Pemerintah, seperti demonstrasi yang terjadi pada artikel diatas.

Kita sebagai warga negara yang baik juga seharusnya tidak terlalu anarkis dalam melakukan demonstrasi, seperti dengan merusak berbagai fasilitas umum. Karena hal itu sangat merugikan orang lain yang akan menggunakan fasilitas-fasilitas umum tersebut. Selain itu kita juga dirugikan karena akan ditindak oleh Pihak yang berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut.

Seharusnya pemerintah dapat lebih bertanggung jawab dalam membuat suatu pernyataan atau mengatakan hal-hal yang mereka janjikan. Hal ini dikarenakan setiap manusia harus mempertanggungjawabkan setiap perkataan mereka. Apabila mereka mau menepati dan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan atau perkataannya, maka hal seperti diatas tidak akan terjadi dan masyarakat akan lebih dapat mempercayai mereka sebagai pemimpin negara.

Kegelisahan Akibat Pengangguran (Manusia dan Kegelisahan)

Pertumbuhan penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
Model pertumbuhan penduduk meliputi Model Pertumbuhan Malthusian dan model logistik.

Nilai pertumbuhan penduduk dunia
Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas muat suatu wilayah atau lingkungan hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk. Gangguan dalam populasi manusia dapat menyebabkan masalah seperti polusidan kemacetan lalu lintas, meskipun dapat ditutupi perubahan teknologi dan ekonomi. Wilayah tersebut dapat dianggap "kurang penduduk" bila populasi tidak cukup besar untuk mengelola sebuah sistem ekonomi (lihatpenurunan penduduk).

Pengangguran

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politikkeamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jenis & macam pengangguran

Berdasarkan jam kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
  • Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  • Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

Berdasarkan penyebab terjadinya
Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:
  • Pengangguran friksional (frictional unemployment) : Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
  • Pengangguran konjungtural (cycle unemployment) : Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
  • Pengangguran struktural (structural unemployment) : Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:
  1. Akibat permintaan berkurang
  2. Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
  3. Akibat kebijakan pemerintah
  • Pengangguran musiman (seasonal Unemployment) : Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petaniyang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
  • Pengangguran siklikal : Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
  • Pengangguran teknologi : Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
  • Pengangguran siklus : Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).
Penyebab Pengangguran
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan danmasalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Opini :
Pertumbuhan penduduk di Indonesia sangatlah besar dan termasuk sebagai Negara yang memiliki penduduk terbanyak setelah China. Pesatnya pertumbuhan penduduk ini dipicu karena tingginya tingkat kelahiran di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat ini juga menimbulkan masalah lain yang tidak kalah pentingnya yaitu pengangguran. Padatnya penduduk di Indonesia yang tidak diimbangi dengan ketersediaan Lapangan Pekerjaan yang cukup merupakan sebab utama timbulnya masalah pengangguran ini.

Hal ini tentu tidak dapat dibiarkan saja, Pemerintah seharusnya dapat lebih tanggap dalam menangani masalah pengangguran ini. Tidak hanya untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia, tetapi juga untuk membantu menambah pemasukan Negara. Tingkat pengangguran di Indonesia ini tergolong cukup tinggi. Banyak lulusan SMA maupun kuliah tidak dapat bekerja karena kurangnya lapangan pekerjaan.

Bagi para masyarakat, sedikitnya lapangan pekerjaan sehingga meningkatnya angka pengangguran dapat mengakibatkan kegelisahan yang berlarut-larut. Hal ini dikarenakan tuntutan untuk menghidupi keluarga sangatlah besar, tetapi mereka tidak dapat berbuat banyak dan hanya dapat menggantungkan hidup mereka dengan bekerja seadanya yang bahkan seringkali sangat tidak sepantasnya untuk dikerjakan. Ada juga yang mau tidak mau harus terjerumus ke dalam pekerjaan yang seharusnya tidak baik atau tidak boleh dilakukan seperti pencurian, penipuan dan perampokan.

Untuk mengatasi hal tersebut, hendaknya Pemerintah lebih menggiatkan program pengadaan Lapangan kerja. Solusi lainnya yaitu dengan lebih menggalakkan program UKM yang lebih dapat menyalurkan kreatifitas masyarakat. Sehingga masyarakat dapat lebih baik dalam menghidupi kehidupannya.

Buruknya Tindakan Korupsi (Manusia dan Penderitaan)

Korupsi

Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut:
  • perbuatan melawan hukum;
  • penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana;
  • memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi;
  • merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;
Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, di antaranya:
  • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan);
  • penggelapan dalam jabatan;
  • pemerasan dalam jabatan;
  • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara);
  • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.

Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan.

Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain.

Opini :
Korupsi merupakan sebuah kata yang sudah sangat tidak asing lagi bagi kita karena merebaknya berbagai kasus korupsi di negeri ini yang dilakukan oleh para petinggi Negara (anggota dewan) yang tentu saja sangat merugikan negara. Tidak hanya para petinggi Negara saja yang biasa melakukan tindak korupsi, sekarang ini di tingkat Kelurahan ataupun Kecamatan juga mengenal adanya tindakan korupsi. Bahkan hingga dunia pendidikan juga sudah mengenal adanya tindak korupsi tersebut.

Dilihat dari fakta-fakta tersebut nampaknya korupsi sudah menjadi suatu kebiasaan yang tidak bisa lepas dari kegiatan-kegiatan di lingkungan kehidupan kita. Hal ini tentu saja tidak dapat dibanggakan dan bahkan akan merusak moral dan harga diri kita di mata dunia. Untuk membuat efek jera dan tidak mengulangi tindak korupsi tersebut, hendaknya para pelaku korupsi diberi hukuman yang dapat membuat mereka untuk berfikir dua kali dalam melakukan tindakan korupsi tersebut.

Tindakan korupsi ini menyebabkan penderitaan bagi masyarakat, karena mereka harus menjalani kehidupan yang sulit sementara para petinggi negara dengan enaknya menggunakan uang yang bukan seharusnya digunakan mereka untuk memuaskan dan memenuhi kebutuhannya yang seharusnya uang tersebut dapat dipakai untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya. Para rakyat kecil tentu tidak dapat berbuat apa-apa.
 
Pendidikan untuk mencegah melakukan tindakan korupsi seharusnya ditanamkan sejak dini, mulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Dengan adanya pendidikan dalam mencegah tindak korupsi tersebut, diharapkan dapat membantu untuk menimbulkan kesadaran dalam diri kita akan buruknya tindak korupsi tersebut. Bila kesadaran untuk tidak melakukan korupsi terebut sudah tertanam dalam diri kita sejak kecil, maka bukan tidak mungkin bila kebiasaan korupsi tersebut dapat hilang dengan sendirinya.

Pentingnya Keadilan Hukum (Manusia dan Keadilan)

Sudah Tradisi, Tawuran Anak Artis & Pejabat di SMA 6

JAKARTA - Alumnus SMAN 6 Jakarta yang kini duduk sebagai Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyebut tawuran yang melibatkan sekolahnya sudah menjadi tradisi. Mahfudz pun pernah dipaksa seniornya untuk berkelahi dengan siswa sekolah lain saat masuk ke SMAN 6 tahun 1981.

“Tawuran disitu bagian dari tradisi yang terus ditradisikan. Dulu semester pertama saya sudah dikondisikan tawuran dengan SMAN 70, itu chauvinisme, faktor solidaritas," kata Mahfudz bercerita kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/9/2011).

Menurut Mahfudz, "ospek" terhadap siswa baru memang dilakukan dengan cara melibatkan para junior menguji nyali dengan berkelahi. Kebanyakan siswa baru yang masih polos pun, kata Mahfudz terpaksa harus mengikuti perintah para senior termasuk alumnus yang kerap berkunjung ke sekolah.

"Pernah waktu itu lagi belajar tiba-tiba di luar sudah ribut, siswa baru pun jadi ikut keluar tawuran. Biasanya mereka senior bikin ulah, nah juniornya yang diminta maju (tawuran)," tutur Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menurut Mahfudz, terus berulangnya tawuran antar pelajar khususnya SMAN 6 karena faktor lingkungan termasuk pendidikan preventif yang kurang mengena. "SMAN 6 itu kan sekolah elit, isinya artis dan anak pejabat. Jadi ada rasa sungkan untuk melakukan tindakan tegas dari pihak sekolah," pungkasnya.

Mahfudz tak menolerir perilaku buruk pelajar. Dia meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap pelaku tawuran apalagi pekan lalu siswa SMAN 6 kedapatan mengeroyok wartawan Trans 7 saat melakukan peliputan.

"Polisi harus tegas betul, jangan diciduk semalem kemudian dilobi dan ada campur tangan hukum, (pelaku) itu lepas lagi. Pengeroyokan wartawan itu kelewatan, itu sudah kriminal apalagi bawa senjata tajam," tegas dia.

sumber : http://news.okezone.com/read/2011/09/19/338/504446/sudah-tradisi-tawuran-anak-artis-pejabat-di-sma-6

Dari  artikel diatas dapat diambil suatu kesimpulan yaitu perlu adanya suatu keadilan dalam kehidupan hukum di negara ini. Jangan karena oknum yang melanggar hukum tersebut merupakan salah satu petinggi atau pejabat negara dan anggota keluarganya maka ia mendapatkan keringanan hukum. Hal itu tentu sangat tidak adil bagi rakyat kecil yang sudah sulit hanya untuk membiayai kehidupan sehari-hari tetapi terlibat suatu tindakan hukum yang mungkin atau bahkan sering lebih ringan atau sepele tetapi harus mendapatkan hukuman yang jauh lebih berat dari para pelaku penyimpangan hukum yang lebih berat.

Apabila hal tersebut sudah dapat dijalankan dengan baik, maka bukan tidak mungkin negara ini akan menjadi lebih teratur dan dapat menjadi negara yang maju tanpa perlu khawatir banyaknya tingkat penyimpangan hukum. Para masyarakat juga dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Kebudayaan Indonesia (Manusia dan Kebudayaan)


Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang cukup besar. Terdiri dari 5 pulau besar dan ribuan pulau-pulau kecil. Seluruhnya itu terbagi menjadi 33 provinsi di Indonesia. Oleh karena itu Indonesia memiliki berbagai macam kebudayaan yang berbeda-beda di setiap daerah. Berbagai macam kebudayaan tersebut antara lain seperti tari-tarian, musik dan alat musik, pertunjukan kesenian, dan masih banyak lainnya.

Maka, kita sebagai Warga Negara Indonesia wajib untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan tersebut agar tidak terlupakan, hilang, atau bahkan diakui sebagai kebudayaan negara lain seperti yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu. Beberapa kebudayaan asli Indonesia diakui oleh negara tetangga sebagai kebudayaan asli mereka, seperti tari Reog Ponorogo, tari Pendhet Bali, lagu Rasa Sayange, alat musik Angklung, dan kain Batik.
 
Hal ini membuat geram seluruh bangsa Indonesia, tetapi mengapa kita mau memperhatikan kebudayaan-kebudayaan tersebut hanya setelah adanya kasus peng-klaiman oleh negara lain? Hal itulah yang menjadi pertanyaan bagi kita saat ini. Seharusnya kita harus lebih menghargai kebudayaan-kebudayaan asli Indonesia tersebut agar tidak terjadi lagi kasus-kasus seperti yang telah terjadi belum lama ini.
 
Untuk itu, marilah kita melestarikan kebudayaan-kebudayaan asli Indonesia tersebut yang bermacam-macam dan terbentang dari Sabang hingga Merauke. Karena kebudayaan-kebudayaan tersebut merupakan suatu aset bangsa atau bisa dikatakan sebagai harta yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Bila sampai hilang atau bahkan diakui oleh negara lain hanya penyesalanlah yang dapat kita rasakan karena Kebudayaan adalah harta negara yang tidak ternilai harganya.

Mahasiswa dan Nasionalisme (Manusia dan Pandangan Hidup)

Nasionalisme, merupakan kata yang sudah sering kita dengar selama ini. Namun apakah arti dari Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Nasionalisme terbagi menjadi beberapa macam, yaitu :
  1. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik".
  2. Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.
  3. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik.
  4. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya.
  5. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri.
  6. Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan.
Sekarang ini semangat Nasionalisme di masyarakat terutama mahasiswa sudah mulai pudar sedikit demi sedikit. Hal ini dapat dibuktikan dengan kurang pedulinya mahasiswa terhadap keadaan yang terjadi di negaranya. Memang ada beberapa kelompok mahasiswa yang masih mau mengerti keadaan negaranya. Tapi sepertinya itu hanya berlaku bagi beberapa kelompok mahasiswa saja. Masih banyak mahasiswa yang masih acuh seakan tidak mau peduli.

Oleh karena itu, maka kita selaku mahasiswa sebaiknya lebih mau mengabdikan diri bagi bangsa kita ini dengan cara ikut berperan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat memajukan pembangunan negara kita ini. juga dengan cara menuntut ilmu setinggi-tingginya, mempromosikan Indonesia ke mancanegara agar dapat lebih mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.


Selasa, 27 Maret 2012

Batik dan Nilai Keindahan (Manusia dan Keindahan)

Kita semua sebagai warga negara Indonesia pasti sudah tidak asing lagi mendengar kata Batik. Batik merupakan salah satu hasil budaya bangsa Indonesia yang harus kita lestarikan. Batik juga sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia, bahkan sudah mendunia dan dikenal oleh banyak negara. Dalam kehidupan nyata, Batik sering dipakai saat kita menghadiri acara-acara resmi seperti menghadiri suatu pesta pernikahan.

Di daerah Jawa khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta, kain batik banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Batik juga merupakan oleh-oleh khas dari kedua provinsi tersebut. Pada awalnya, batik berakar dari budaya bangsa yang memiliki rasa seni yang tinggi sehingga lahirlah karya-karya putera bangsa yang mewarnai khasanah budaya Indonesia dan telah diakui oleh dunia Internasional.

Namun, tahukah kita bagaimana proses-proses dalam pembuatan batik? Pasti banyak dari kita yang masih belum mengetahui proses-proses pembuatan batik tersebut. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini akan dijabarkan bagaimana proses pembuatan batik tersebut.

~ Nyungging : merupakan proses awal dari pembuatan batik, yaitu proses membuat pola atau motif batik pada kertas.

~ Njaplak : merupakan proses kedua dalam pembuatan batik, yaitu proses pemindahan pola dari kertas yang telah dibuat sebelumnya ke media kain sebelum dilakukan proses selanjutnya.

~ Nglowong : proses selanjutnya adalah pelekatan malam dengan canting sesuai dengan pola yang telah dijiplak pada kain.

~ Ngiseni : yaitu pemberian motif isian pada ornamen utama kain batik tersebut.

~ Nyolet : adalah proses pewarnaan/pemberian warna bagian-bagian tertentu dengan menggunakan kuas.

~ Mopok : yaitu proses menutup bagian yang dicolet dengan malam.

~ Ngelir : merupakan proses pewarnaan kain secara menyeluruh.

~ Nglorod : proses penghilangan malam dengan merendam kain pada air mendidih.

~ Nyoga : merupakan proses terakhir dalam pembuatan batik, yaitu proses pencelupan kain dengan warna coklat/sogan.

Keindahan dan pesona dari Batik ini sudah sangat dikenal hingga Mancanegara, maka akan sangat disayangkan bila kita tidak dapat menjaga Hasil Karya asli bangsa Indonesia ini. Batik juga sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia di mata dunia dan menjadi pakaian Nasional Indonesia. Sudah sepantasnya kita sebagai warga negara Indonesia harus melestarikan keindahan batik ini agar tidak hilang nantinya.

Sekiranya itu saja yang dapat penulis jabarkan pada kesempatan kali ini, semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita semua mengenai batik.

^_^

Violet (Manusia dan Cinta Kasih)

Violet merupakan sebuah judul film pendek yang mengisahkan tentang suatu kejadian tragis yang menimpa seorang gadis. Berawal dari mimpinya yang memperlihatkan bahwa sang pacar ingin pergi belajar di Inggris karena mendapat beasiswa, namun di tengah perjalanan menuju Bandara sang pacar mengalami kecelakaan. Tetapi semua itu hanyalah mimpi, pada kehidupan nyata, saat sang pacar dari gadis tersebut meminta izin untuk pergi, gadis itu menemani hingga ke Bandara mengantarkan sang pacar pergi. Namun, setelah sang pacar sudah berangkat dan saat gadis itu ingin pulang ia mengalami kecelakaan.

Dalam film tersebut dapat diambil nilai kehidupan yang dapat kita pelajari yaitu :

Setiap manusia pasti memiliki hal-hal ataupun orang yang dikasihi, baik itu orang tua, saudara, teman, ataupun kekasih. Perasaan saling mengasihi ini wajar dimiliki setiap manusia. Kasih sayang ini sangat penting dalam kehidupan kita karena tanpa adanya kasih sayang sangat sulit untuk menjalani kehidupan yang semakin berat ini.
 
Walaupun seseorang memiliki temperamen yang keras sekalipun, tetapi ia juga pasti masih memiliki rasa kasih sayang. Hal ini disebabkan karena perasaan kasih sayang ini sudah dimiliki setiap manusia secara alami.

Sumber Video :
http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/video.php?file_video=1-violet.flv

Setitik Nasionalisme (Manusia dan Harapan)

Setitik Nasionalisme merupakan sebuah film pendek yang menceritakan tentang seorang pemuda yang berasal dari suatu desa yang mendapat beasiswa untuk bisa berkuliah di salah satu perguruan tinggi ternama. Dalam film ini dapat diambil nilai kehidupan yang patut kita pelajari atau ikuti, yaitu :

Manusia dan Harapan
Hal ini ditunjukkan dengan kemauan yang kuat dari seorang pemuda yang rela pergi menempuh ilmu di tempat yang jauh dari asalnya dengan mendapat beasiswa berkuliah di sebuah perguruan tinggi ternama demi mengejar cita-cita dan impiannya.

Setiap manusia pasti memiliki harapan ataupun cita-cita. Untuk mewujudkan harapan atau cita-cita tersebut tentu tidaklah mudah. Ada saja hambatan yang akan menghalangi dalam usaha kita untuk mewujudkannya, namun kita wajib tetap pantang menyerah agar dapat mewujudkan hal tersebut.

Pada film ini, harapan agar dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi juga diimpikan oleh seorang anak laki-laki pada suatu desa, dan karena usaha kerasnya ia dapat memperoleh beasiswa pendidikan dari salah satu Universitas ternama. Hal ini harus dapat kita contoh  karena seperti apa pun keadaan kita, apabila kita mau berusaha dan bekerja keras maka hal-hal yang dikira tidak mungkin dilakukan akan dapat kita selesaikan. Begitu pula dengan harapan dan cita-cita yang kita impikan, kita harus berusaha dengan keras untuk dapat mewujudkannya.

sumber video :
http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/video.php?file_video=Setitik-Nasionalisme.flv

Jumat, 06 Januari 2012

Pertumbuhan Penduduk & Pengangguran

Pertumbuhan penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
Model pertumbuhan penduduk meliputi Model Pertumbuhan Malthusian dan model logistik.

Nilai pertumbuhan penduduk dunia
Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas muat suatu wilayah atau lingkungan hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk. Gangguan dalam populasi manusia dapat menyebabkan masalah seperti polusidan kemacetan lalu lintas, meskipun dapat ditutupi perubahan teknologi dan ekonomi. Wilayah tersebut dapat dianggap "kurang penduduk" bila populasi tidak cukup besar untuk mengelola sebuah sistem ekonomi (lihatpenurunan penduduk).

Pengangguran

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politikkeamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jenis & macam pengangguran

Berdasarkan jam kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
  • Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  • Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

Berdasarkan penyebab terjadinya
Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:
  • Pengangguran friksional (frictional unemployment) : Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
  • Pengangguran konjungtural (cycle unemployment) : Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
  • Pengangguran struktural (structural unemployment) : Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:
  1. Akibat permintaan berkurang
  2. Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
  3. Akibat kebijakan pemerintah
  • Pengangguran musiman (seasonal Unemployment) : Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petaniyang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
  • Pengangguran siklikal : Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
  • Pengangguran teknologi : Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
  • Pengangguran siklus : Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).
Penyebab Pengangguran
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan danmasalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Opini :
Pertumbuhan penduduk di Indonesia sangatlah besar dan termasuk sebagai Negara yang memiliki penduduk terbanyak setelah China. Pesatnya pertumbuhan penduduk ini dipicu karena tingginya tingkat kelahiran di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat ini juga menimbulkan masalah lain yang tidak kalah pentingnya yaitu pengangguran. Padatnya penduduk di Indonesia yang tidak diimbangi dengan ketersediaan Lapangan Pekerjaan yang cukup merupakan sebab utama timbulnya masalah pengangguran ini.

Hal ini tentu tidak dapat dibiarkan saja, Pemerintah seharusnya dapat lebih tanggap dalam menangani masalah pengangguran ini. Tidak hanya untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia, tetapi juga untuk membantu menambah pemasukan Negara. Tingkat pengangguran di Indonesia ini tergolong cukup tinggi. Banyak lulusan SMA maupun kuliah tidak dapat bekerja karena kurangnya lapangan pekerjaan.

Untuk mengatasi hal tersebut, hendaknya Pemerintah lebih menggiatkan program pengadaan Lapangan kerja. Solusi lainnya yaitu dengan lebih menggalakkan program UKM yang lebih dapat menyalurkan kreatifitas masyarakat.

 

Design By:
SkinCorner